Kenal Dulu Jenis Lantai Kayu Sebelum Milih, Semua Nggak Sama
|
Banyak orang bilang mau pakai lantai kayu, tapi begitu
sampai di toko atau buka marketplace, langsung bingung karena pilihannya banyak
banget dan harganya beda jauh. Parket solid, engineered, laminate, SPC, vinyl,
sampai decking, semuanya disebut kayu padahal karakter dan harganya beda-beda.
Sebelum memutuskan, ada baiknya paham dulu soal jenis
jenis lantai kayu supaya nggak salah beli dan nggak nyesel di kemudian
hari. Berikut penjelasan sederhananya.
Parket Solid: Kayu Asli Sepenuhnya
Parket solid adalah papan kayu asli utuh, tanpa lapisan
lain. Kalau kamu potong, seluruh tebalnya adalah kayu dari satu jenis pohon.
Karena itu, parket solid punya keunggulan yang tidak bisa ditiru material lain:
bisa diamplas dan difinishing ulang berkali-kali, sehingga umur pakainya bisa
mencapai 25 sampai 50 tahun.
Kayu yang biasa dipakai adalah jati, merbau, bengkirai,
ulin, dan mahoni. Jati dan ulin paling tahan rayap karena sifat alami kayunya,
sementara mahoni paling ramah di kantong, sekitar Rp420.000 per meter persegi.
Bengkirai di kisaran Rp650.000, sedangkan jati, merbau, dan ulin mulai
Rp750.000 ke atas.
Kekurangannya, parket solid paling sensitif terhadap
kelembaban, jadi butuh perawatan coating ulang setiap tiga sampai lima tahun
sekali. Cocok buat kamu yang memang tidak keberatan merawat rumah dan ingin
material yang semakin indah dimakan usia.
Parket Engineered: Kayu Asli yang Lebih Stabil
Parket engineered terdiri dari lapisan kayu asli tipis di
permukaan, direkatkan ke lapisan kayu lapis dengan arah serat bersilangan.
Konstruksi bersilangan inilah yang membuatnya jauh lebih stabil dibanding
parket solid, jadi kecil kemungkinan melengkung atau menyusut saat kelembaban
berubah.
Karena itu, engineered cocok untuk rumah di atas lantai
beton dan area yang lembab. Harganya sekitar Rp400.000 sampai Rp800.000 per
meter persegi. Tapi perlu diingat, lapisan kayu aslinya tipis, jadi hanya bisa
diamplas satu sampai dua kali seumur hidup.
Laminate: Tampilan Kayu dengan Harga Bersahabat
Laminate sering disalahpahami sebagai kayu asli. Sebenarnya
permukaannya adalah foto kayu resolusi tinggi yang dicetak di atas papan serat.
Harganya paling murah, sekitar Rp150.000 sampai Rp350.000 per meter persegi,
dan tahan gores.
Masalahnya, laminate tidak tahan air. Kalau terkena genangan
di sambungan, papannya bisa mengembang. Untuk kamar tidur dan ruang keluarga
yang kering, laminate pilihan masuk akal. Tapi jangan sekali-kali dipasang di
dapur atau kamar mandi.
SPC dan Vinyl: Pilihan Praktis yang Tahan Air
SPC dan vinyl sering disebut lantai kayu juga karena
motifnya meniru kayu, padahal bahan dasarnya plastik. Bedanya, SPC punya inti
batu kapur sehingga lebih kaku dan 100 persen tahan air, sedangkan vinyl lebih
lentur dan empuk di kaki.
- SPC harganya
Rp320.000 sampai Rp580.000 per meter persegi, tahan gores, dan umur
pakainya 15 sampai 25 tahun. Cocok untuk rumah dengan anak kecil, hewan
peliharaan, atau area basah seperti dapur.
- Vinyl lebih
murah, Rp135.000 sampai Rp210.000 per meter persegi, dan lebih nyaman
dipijak. Umur pakainya 10 sampai 15 tahun. Cocok untuk apartemen lantai
atas karena lebih meredam suara, atau kamar sewa dengan budget terbatas.
Keduanya tidak butuh coating, cukup disapu dan dilap dengan
kain lembap. Jadi buat kamu yang sibuk dan nggak mau ribet merawat, dua
material ini paling praktis.
Decking: Khusus untuk Area Outdoor
Decking adalah kayu solid yang dirancang untuk area terbuka,
seperti teras, balkon, taman, atau sekitar kolam renang. Jenis kayu yang
dipakai harus kelas awet tinggi, biasanya bengkirai, merbau, atau ulin.
Decking dipasang di atas rangka dengan jarak antar papan
yang dihitung agar air bisa mengalir dan udara bersirkulasi. Harganya Rp450.000
per meter persegi untuk bengkirai sampai Rp950.000 untuk ulin premium.
Perawatannya butuh diberi minyak kayu setiap satu sampai dua tahun sekali.
Gimana Cara Milih yang Tepat?
Pertanyaan pertama yang harus dijawab bukan mau motif apa,
tapi ruangan ini dipakai untuk apa. Ruang keluarga dengan anak balita jelas
lebih cocok pakai SPC yang tahan air dan gores. Kamar tidur yang ingin nuansa
hangat dan klasik bisa pakai parket solid jati. Apartemen lantai atas mending
pakai vinyl yang lebih senyap. Dapur dan area basah wajib pakai material yang
tahan air. Teras dan area luar ruangan pakai decking.
Setelah itu baru pikirkan anggaran. Sisihkan sekitar 10
sampai 15 persen dari total dana untuk jasa pasang dan material pendukung
seperti underlayment dan skirting. Jangan habiskan seluruh anggaran hanya untuk
material, karena lantai bagus yang dipasang asal-asalan hasilnya tetap tidak
maksimal.
Terakhir, jangan memilih hanya dari foto. Warna kayu di
layar bisa berbeda jauh dengan aslinya. Kalau memungkinkan, minta sampel dan
letakkan di ruanganmu selama beberapa hari, lalu lihat di pagi, siang, dan
malam. Cara ini paling ampuh untuk menghindari penyesalan.
Kesimpulan
Semua jenis lantai kayu punya tempatnya masing-masing,
tergantung fungsi ruangan, anggaran, dan seberapa besar kamu bersedia
merawatnya. Parket solid untuk yang ingin material asli tahan lama, engineered
untuk yang butuh kestabilan, laminate untuk budget terbatas di area kering, SPC
dan vinyl untuk yang mau praktis dan tahan air, serta decking untuk area luar
ruangan. Mulai dari fungsi ruangan dulu, baru sesuaikan materialnya.
Kalau masih bingung menentukan, LantaiKayu.id bisa bantu membandingkan
opsi sesuai kondisi rumahmu. Tim kami siap membantu Anda memilih material yang
paling sesuai dengan fungsi ruangan dan anggaran.



0 comments:
Posting Komentar